Bengkel Vespa
Bang Zul – Cengkareng Vespa Racing Engine Specialist
Skuter vespa yang pada awalnya diciptakan sebagai kendaraan fungsional yang aman, stabil dan stylish ini bisa dimodifikasi oleh para pengemarnya. Ada yang memodifikasi body sehingga terlihat lebih cantik rupawan ada juga yang memodifikasi dapur pacu agar bisa berlari kencang bagai setan (meminjam istilah Naif dalam lagu Kuda Besi)
Di sekitar wilayah Menceng, terdapat seorang yang
istilah kerennya adalah Vespa Racing Engine Modification Specialist,
yaitu Bang Zul. Bang Zul yang memiliki nama asli Zul Komarullael ini
sudah mengenal skuter Vespa sejak beliau berusia 10 tahun atau sejak
tahun 1993 silam karena diberi hadiah satu unit skuter Vespa Sprint
rilisan tahun 1975 oleh orang tuanya. Pada awalnya beliau tidak begitu
menyukai sosok kendaraan skuter gendut ini sehingga diterlantarkan
begitu saja, tetapi dengan sering turut berkumpul dengan Klub Cengkareng
Scooter Club (CSC) sejak tahun 1998, wabah virus Vespa dengan cepat
merasuk de dalam dirinya.
Sejak mulai jatuh cinta, skuter Bang Zul mulai di
modifikasi, dari tampilan yang standar hingga trondol. Bosan hanya
dengan memodifikasi tampilan, beliau yang juga pernah ikut balapan liar
sekitar tahun 2000-an di Kebon Nanas ini terdorong untuk berfikir
bagaimana Vespanya bisa memenangkan balapan. Mulailah Bang Zul, pemuda
kelahiran tahun 1983 yang kini memiliki lima buah koleksi skuter Vespa
belajar bagaimana memodifikasi dapur pacu skuter jenis ini.
Vespa ternyata memang memiliki mesin yang bisa
dimodifikasi bahkan untuk bisa berlari sangat kencang. Spare part yang
digunakan diambil dari beberapa jenis motor, bahkan dari mobil. Seperti
modifikasi mesin pada kendaraan pada umumnya, modifikasi ini berfokus
pada blok mesin. Lubangnya untuk asupan bahan bakar dan lubang keluarnya
diperbesar dan diperhalus dengan alat yang bernama korek atau tuner.
Bukan hanya pada blok mesin yang dikerjakan, tetapi
juga di karburator dan rasio gear atau gigi. Jika setelannya pas,
dijamin skuter bisa melaju sangat cepat. Kendaraan dengan jenis mesin 2
tak ini bisa mengadopsi spare part dari jenis kendaraan sepeda motor RX
King, Kawasaki Ninja bahkan mobil Suzuki ST20 yang dikenal dengan nama
mobil trungtung.
Untuk masalah pengapian, suku cadang dari Ninja yang
menjadi andalan. Untuk rasio, pemodifikasi yang bertempat tinggal Jl
Semanan kp. pangkalan RT6/ RW2 ini memilih untuk menggunakan Vespa
rilisan tahun muda. Kruk As tidak lepas dari perhatian untuk turut
diperbesar. Dengan dapur pacu yang baru ini sudah sewajarnya menjadikan
konsumsi bahan bakar menjadi sedikit tidak efisien. Rasio normal skuter
Vespa yang satu liter bahan bakar bisa cukup untuk jarak 60 kilometer
kini bisa berubah menjadi satu banding empat puluh. Masih jauh lebih
irit dibanding mobil.
Skuter Vespa racing ini seperti namanya, tidak pas
untuk dikendarai dalam touring. Karena mesinnya yang lebih besar,
suhunya menjadi cepat panas. paling tidak jalan 60 km saja sudah harus
istirahat. Habitat khususnya memang di arena racing atau balapan dimana
pada umumnya jarak tempuh balapan hanya berkisar antara 100 meter hingga
800 meter.
Bang Zul memiliki skuter andalan yang seringkali
memenangkan kontes modifikasi. Vespa berwarna merah ini menghabiskan
dana hampir sekitar 20 juta. Jika dilihat dari body dan mesin, memang
sangat mempesona. Terlepas dari suara Vespa racing yang cukup memekakkan
telinga, dijamin akan menjadi pusat perhatian di jalan raya jika
dikendarai. “Bolehlah jika ada yang ingin tukar guling dengan skuter
matik yamaha mio baru”, ujarnya. “Saya ingin juga belajar hal baru yaitu
memodifikasi mesin kendaraan skuter matik itu”.
Bang Zul yang setiap harinya stand by di bengkel di
sebelah warung milik orang tuanya ini sering menjadi tempat tongkrongan
anak Vespa berbagai klub. Untuk skuter Vespa yang ingin dimodifikasi
jadi kendaraan racing, beliau mematok tarif kurang lebih sebesar 1,5
juta rupiah. Lama pengerjaannya pada umumnya selama 30 hari.
Sukses selalu untuk Bang Zul. Semoga bisa menjadi
inspirasi bagi banyak pemuda Cengkareng untuk bisa berkreasi memberikan
kontribusi bagi Cengkareng tercinta. Mudah-mudahan ada ketertarikan dari
sponsor untuk terlibat sehingga vespa racing tidak hanya menjadi
balapan liar saja, tetapi bisa dijadikan event yang sangat menarik
diselenggarakan di Cengkareng sebagai ajang prestasi.
0 komentar:
Posting Komentar